Wednesday, July 22, 2015
Pengetahuan :Ditemukan, Kolam di Kawah Gunung 'Pemusnah' Peradaban Atlantis
Seputar 3.600 th dulu, erupsi dahsyat gunung berapi berjalan di Kepulauan Santorini yg terletak di Laut Aegea, Yunani. Letusan tersebut melenyapkan peradaban Minoa yg ada di Pulau Kreta yg ada di dekatnya. Satu Buah histori kolosal yg bisa saja inspirasi mitos yg menyandera imaji manusia : misteri peradaban Atlantis yg hilang.Letusan gunung di Santorini melepaskan 60 kilo meter kubik magma, 6 kali lipat yg dimuntahkan Krakatau kepada 1883. Cuma erupsi Tambora, yg pun ada di Indonesia, kepada 1815, yg mengalahkan kedahsyatannya.
Dari hawa, kaldera seken erupsi nampak seperti gugusan yg dikelilingi pulau-pulau yg luasnya lebih gede di Laut Aegea. Tatkala lebih dari 4 ribu thn pasca-letusan, kaldera yg sebahagian gede berada dibawah air mengalami serangkaian letusan mungil. Santorini sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitannya kepada Januari 2011 sebelum hasilnya kembali 'tidur'.
Baru-baru ini, memanfaatkan kendaraan otonom bawah air, para ilmuwan menguak keberadaan banyaknya kolam bersama air berwarna putih berkilauan di basic laut Santorini. Di kedalaman mencapai 250 m.
indotigerpoker.com Bonus Setiap Deposit 2% - Turnover Selanjunya 1.5% -Referal 15%
Air tersebut ke luar dari kaldera gunung berapi. 'Kolam susu' yg pada awal mulanya tidak sempat diliat mata manusia itu dijuluki Kallisti Limnes -- yg berarti 'danau paling indah' dalam Bahasa Yunani Kuno.
Penampakannya terekam dalam video yg diambil kendaraan bawah laut terhadap Juli 2012. Kolam-kolam berdiameter 1-5 m itu mengandung kadar karbondioksida yg tinggi, yg bakal menciptakan air padat & condong menempa genangan tersendiri di kedalaman laut.
"Seperti 'black and tan', campuran Guinness (bir hitam) & Bass (ale), dua cairan tersebut nyata-nyatanya senantiasa terpisah," papar Rich Camilli, ilmuwan Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI), sekaligus pemimpin penulis studi yg dipublikasikan terhadap 16 Juli 2015 di jurnal Scientific Reports, seperti dikutip dari website sains LiveScience, Rabu (22/7/2015).
"Erupsi gunung berapi Santorini kepada 1600 Sebelum Masehi melenyapkan peradaban Minoa yg tinggal di pesisir Laut Aegea," kata Camilli dalam pernyataannya. "Dan sekarang ini, kolam yg tidak sempat kelihatan di kawah gunung itu bisa jadi menopang peradaban kita menjawab pertanyaan utama menyangkut macam mana tabiat karbondioksida di dalam laut."
Pulau yg indah itu, Santorini atau Thira, sebenarnya yakni pinggir suatu kaldera akbar yg tersisa sesudah letusan. Bidang dalam kaldera merupakan titik gerakan hidrotermal. Titik itu pun yg diinvestigasi Camilli & para koleganya kepada 2012 -- setahun sesudah tanda-tanda peningkatan gerakan terdeteksi.
Memanfaatkan 2 kendaraan bawah air otonom, para peneliti mengeksplorasi kandungan kimia dalam air di kawah. Mereka menemukan kolam berisi cairan putih serupa susu di cekungan sepanjang dinding kaldera.
Memang Lah, perbedaan massa kepada air laut bukan kali mula-mula ditemukan. Faktanya, para peneliti pada awal mulanya meneliti kolam air garam yg memisahkan diri dari air laut di sekelilingnya -- dikarenakan kandungan garamnya yg ekstra tinggi.
Tetapi, "dalam kasus di Santorini peningkatan kepadatan kolam bukan sebab kadar garam," kata Camilli. "Kami yakin kemungkinan CO2 lah yg menciptakan air padat & memicu terbentuknya kolam terpisah."
Pengamatan para ilmuwan menarik, dikarenakan, karbon dioksida sewaktu ini dianggap tersebar lewat laut sesudah dilepaskan dari gerakan geologi. Karbondioksida bawah tanah dapat berasal dari magma, batu kapur, atau batuan sedimen lain yg mengalami tekanan menakjubkan.
Berkat kandungan karbondioksida, genangan tersebut mempunyai kadar keasaman yg tinggi yg tidak serasi ditempati makhluk bernyawa.
Tetapi, kolam itu masihlah barangkali jadi rumah bagi organisme berkomposisi silika. Badan makhluk mikroskopis yg serupa kaca itu mungkin saja sanggup memaparkan warna opal dari kolam tersebut.
Temuan itu bakal menopang para peneliti mendalami trik daya simpan karbon bawah laut, salah satu kiat yg potensial utk memperbaiki keadaan akibat perubahan iklim.
Sekaligus serta sediakan sarana utk memonitor potensi erupsi gunung di Santorini, terhadap periode yg mendatang.
9nagaasia
5:22 AM


![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](valid-atom.png)