Wednesday, July 22, 2015

Agama : Alquran Tertua di Dunia dari Masa Nabi Muhammad Ada di Inggris

Telah seabad lamanya manuskrip berhuruf Arab tersimpan di perpustakaan University of Birmingham, Inggris. Naskah kuno -- yg nyata-nyatanya yaitu bidang dari Alquran -- itu awalnya sama sekali tidak disadari keberadaannya. 

Naskah kuno tersebut ialah bidang dari Mingana Collection, yg terdiri atas 3.000 dokumen dari Timur Tengah yg dikumpulkan oleh Alphonse Mingana, satu orang Imam Kasdim (Chaldeans) yg lahir dekat Mosul, Irak kepada 1920-an. 

Upayanya menyatukan naskah-naskah kuno di Timur Tengah disponsori oleh Edward Cadbury -- jutawan yg jadi sektor dari dinasti produsen cokelat populer dunia. 

Sampai satu buah hri, satu orang peneliti doktoral atau PhD menelaah lebih dekat laman-laman dalam manuskrip tersebut, beliau memutuskan buat laksanakan uji penanggalan radiokarbon (radiocarbon dating). Tidak dinyana, akhirnya sangat mencengangkan. 

Uji penanggalan radiokarbon mengungkap, naskah kuno tersebut setidaknya berumur 1.370 th, menjadikannya salah satu Alquran version paling awal. Manuskrip tersebut ditulis bersama huruf Hijazi -- version awal huruf Arab.
Al Quran dari Masa Nabi Muhammad?
Profesor Thomas mengemukakan, berdasarkan data penanggalan radiokarbon, dimungkinkan orang yg posting naskah tersebut hidup di periode yg sama dgn Rasulullah.
"Sosok yg posting naskah tersebut bisa saja mengenal sosok Nabi Muhammad. Dia kemungkinan berjumpa dgn Sang Rasul, bisa saja pun mendengar serta-merta syiarnya. Penulis itu mampu menjadi mengenal sosok Nabi dengan cara pribadi," kata ia.
Sang profesor menyambung, di periode itu, jumlahnya ayat-ayat Alquran ditulis di perkamen, batu, daun lontar, & tulang belikat unta, sampai hasilnya dibukukan dalam version final yg rampung disusun kepada th 650 Masehi.
"Bagian-bagian dari Alquran yg ditulis dalam perkamen tersebut mungkin saja -- bersama tingkat keyakinan tertentu -- berasal dari periode kurang dari 2 dekade sesudah wafatnya Nabi Muhammad.
"Bagian-bagian tersebut dalam formasi yg amat dekat bersama wujud Alquran diwaktu ini. Aspek itu memberi dukungan keyakinan bahwa kitab suci tersebut mengalami perubahan sedikit, bahkan tidak ada sama sekali," tambah Thomas.
Sementara itu, Dr Muhammad Isa Waley, kurator naskah mirip di British Library mengemukakan, "naskah 2 lembar tersebut, yg ditulis tangan dgn huruf Hijazi yg indah, nyaris dapat dijamin berasal dari musim 3 khalifah : Abu Bakar, Umar Badan Intelijen Negara Khatab, & Usman Badan Intelijen Negara Affan." Antara th 632 & 656.
Dr Waley meneruskan, di bawah kepemimpinan khalifah Usman Badan Intelijen Negara Affan, salinan Alquran mulai sejak didistribusikan. Tidak seluruh ditulis dalam lembaran kulit hewan yg awet.
"Masyarakat Muslim waktu itu tidak lumayan dapat utk sediakan tumpukan kulit hewan buat dibuat jadi kopian Alquran dalam jumlah akbar," kata dirinya.
Dirinya berpendapat, manuskrip yg ditemukan University of Birmingham merupakan 'salinan bernilai yg selamat' dari periode itu. Atau juga dapat lebih awal.
"Dalam beberapa hal, dgn keindahan isikan & tulisan Hijazi, yg dengan cara mengejutkan masihlah terang terbaca, itu yaitu info baik yg menciptakan Umat Muslim bersuka cita."

Tidak cuma para ilmuwan yg bersuka ria, komune Muslim Inggris setempat pun mengaku bahagia. Terlebih, pihak kampus mengemukakan, naskah kuno tersebut dapat dipamerkan buat umum.
"Saat menyaksikan naskah tersebut, hatiku tergetar. Air mata kebahagiaan dari emosi jiwa yg meluap tergenang di mataku. Aku percaya, seluruh orang di semua Inggris mendatang ke Birmingham buat menyaksikannya," kata Muhammad Afzal, pemimpin Birmingham Central Mosque. 

Sementara itu, Profesor Thomas menyampaikan, pihaknya dapat menunjukkan terhadap beberapa orang di Birmingham bahwa mereka mempunyai "harta yg tak ada duanya". Suatu Alquran yg bisa jadi jadi yg tertua yg sempat ditemukan sampai sekarang.