Tuesday, August 11, 2015

Sisi Gelap Anak ABG Sekolah di Jepang

seadanya.info Warga Jepang terutama remajanya, tidak jarang dikenal memiliki selera yg 'aneh'. Gayanya yg nyentrik, berlainan, & pun aneh tidak jarang meramaikan dunia maya, salah satunya menggunakan celana dalam diatas kepala.



Begitu serta para remaja Jepang, terutama yg masihlah dalam umur sekolah. Senantiasa menggunakan baju yg amat sangat minim, dgn kaus kaki yg teramat panjang bak pemain sepakbola. Apa yg sebenarnya mereka harapkan dari baju begitu?

Salah satu film dokumenter sukses mengangkat segi gelap "budaya sekolahan" di Jepang ini. & mengungkapkan, bagaimanakah para siswi remaja ini bahkan dipaksa utk memuaskan 'obsesi' laki-laki yg lebih lanjut umur.

Salah satu orang siswi Jepang sudah berani mengungkapkan sudut gelap dari budaya sekolah negeri tersebut, sesudah beliau dipekerjakan utk berangkat bersama cowok dewasa--sebelum dipaksa jadi perempuan panggilan remaja.

Simon Ostrovsky yg adalah jurnalis laksanakan perjalanan ke Akihabara, distrik ramai di Tokyo, utk mengeksplorasi eksploitasi seksual wanita belia, yang merupakan sektor dari film dokumenter pendek berjudul "Pelajar Dipasarkan di Jepang," & dirinya menemukan bahwa gadis-gadis remaja di sana sedia utk 'disewa' utk beraneka pelayanan, termasuk juga meramal, pijat, & yang lain.

& beliau juga berjumpa bersama joshi-kosei osanpo (JK) atau dikenal 'anak SMA berjalan' yg sudah laksanakan faktor ini pass lama.

Perempuan ini juga dijaga identitasnya, & dirinya menyampaikan pada Simon bahwa dirinya mulai sejak berlangsung JK ketika berumur 16 th, lantaran ibunya sakit mental & keluarganya tak akur.

"Aku merasa seperti saya tak miliki ruangan. Dikala saya memberikan selebaran di Akihabara, saya mampu melupakan kehidupan sehari-hari aku," kenangnya

Dirinya tak sempat berdandan, supaya kliennya tahu seandainya dirinya anak belia & tetap segar. Begitu pun bersama rok pendek & serta kaus kaki panjang, mereka menggunakannya buat menarik perhatian laki laki.


imon mencatat bahwa, walaupun pihak kepolisian cuma berjarak satu blok dari Akihabara & business yg mereka dilakukan di area terbuka, tak terpengaruh & membiarkan hal itu berjalan.

"Semua orang tahu itu ada, namun tiada yg melaksanakan apa-apa," kata siswi tersebut.

Budaya sekolah Jepang ini sejak mulai berkembang terhadap awal thn 1990-an, & laki laki yg lebih lanjut umur mencari buat gadis-gadis bujang buat perusahaan sejak itu, & waktu ini jadi lebih umum & nampak bebas dimana serta. Semuanya dgn satu maksud, utk business & mencari duit.