Wednesday, July 22, 2015

Mengintip Sisi Gelap Jepang, Prostitusi Anak ABG di Akihabara

Di balik gemerlap lampu di Ibukota Jepang, Tokyo, ada distrik Akihabara yg senantiasa dipenuhi gadis-gadis remaja pendapatan yg mesti 'melayani' laki laki termasuk juga meramal, pijat, berjalan-jalan & melaksanakan jalinan seksual.

Mengutip Dailymail, Rabu (22/7/2015), para remaja wanita itu kerap dinamakan joshi-kosei osanpo (JK) yg berarti kencan bersama anak SMA.

Satu Orang wanita yg tak disebutkan namanya, mengaku sudah jadi JK sejak usianya 16 thn. Ibunya sakit mental & keluarganya tak akur. "Saya merasa tak miliki ruangan. Kala aku membagikan selebaran di Akihabara, aku sanggup melupakan kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Perempuan tersebut serta mengaku, jikalau bayarannya tinggi, tidak jarang para JK ingin berhubungan sex. Ia sendiri sudah kehilangan keperawanannya sejak umur 18 th.

"Semuanya berlangsung demikian saja, tiba-tiba kami bergairah," menurutnya.

Dirinya pula bercerita dengan cara apa pelanggannya tak senang perempuan yg berdandan. Lantaran tidak sedikit laki laki lebih pilih remaja sekolah yg memanfaatkan rok pendek khas remaja SMA.

Satu lagi, anehnya ada suatu kelompok yg demikian terkenal di Jepang yg beranggotakan anak-anak remaja. Tidak Sedikit orang berpikir, mereka ini sedang main peran. Padahal mereka memang lah anak sekolah. Tetapi mereka jadi modal usaha yg menjanjikan.
indotigerpoker.com   Bonus Setiap Deposit 2% - Turnover Selanjunya 1.5% -Referal 15%
Dalam laporan tahunan Departemen Luar Negara Amerika Serikat mencatat, ada jaringan yg membawa keuntungan dari business anak-anak remaja di Jepang. "Ada sekelompok individu yg yg mau menggunakan keuntungan dari lifestyle remaja musim sekarang," kata seseorang jurnalis Amerika, Jake Adelstein.

Mirisnya, biarpun business prostitusi ini dekat bersama kepolisian di Akihabara, para remaja dapat berdiri di ruangan terbuka. "Semua orang tahu ini salah, tetapi mereka tak jalankan apa-apa."

Jurnalis dari Brooklyn, Simon Ostrovsky menuliskan, usaha gadis remaja ini sudah dimulai sejak 1990-an sampai waktu ini. Buat dapat mengobrol bersama salah satu orang remaja, ia mesti membayar 3.000 yen atau seputar Rupiah 300 ribu.

"Setelah duduk selagi 7-10 menit, remaja itu coba meramal namun ia tak dapat & cuma senyum terhadap aku. Aku rasa ini yaitu elemen paling aneh yg sempat aku melakukan. Aku serta menjadi canggung & tak mampu melakukannya lagi," jelasnya.

Penasaran, beliau juga menaruh camera tersembunyi & menyaksikan para laki laki lain mengobrol asik bersama anak wanita. "Sungguh menakutkan menonton pria dewasa main mata bersama anak remaja," tulisnya. Beliau pun menyaksikan cowok umur 40-50 thn yg hafal lirik lagu & antusias melambaikan tongkat cahaya tatkala pertunjukkan.

"Memang sekian banyak orang mempunyai keadaan susah, tapi Jepang merupakan salah satu negeri maju anggota PBB yg setuju melawan perdangan manusia. Tetapi mereka mempunyai kehidupan tengah malam & perlakuan yg tidak baik bagi anak wanita," tuturnya.

Seseorang pekerja sosial, Yumeno Nito mengemukakan sudah mempermudah 100 anak wanita yg terjebak dalam keadaan JK. "Banyak anak sekolah yg terlibat dalam pelacuran atau perdagangan manusia. Sangat Disayangkan, tak seluruhnya dari mereka yg memperoleh gaji. Sebahagian dari mereka bahkan bunuh diri & yang lain disalahkan dikarenakan jual diri," menurutnya.

Sumber : ganjabet.com