Thursday, July 23, 2015
Ibu yang Tertembak Senjata Api Bocahnya di Sulawesi Meninggal Dunia -
Eva, ibu yg tertembak oleh anak kandungnya FI (9) yg terbilang masihlah bocah di Kampung Langoting, Desa Tamangapa, Kecamatan Ma'rang, Kab Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin 20 Juli dulu kira kira pukul 20.00 Wita, wafat dunia tengah malam ini.indotigerpoker.com Bonus Setiap Deposit 2% - Turnover Selanjunya 1.5% -Referal 15%
Beliau mengembuskan napas terakhir sesudah menjalani perawatan intensif di instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, tatkala 4 hri. Perempuan berumur 30 thn ini wafat dunia kepada Kamis (23/7/2015) lebih kurang pukul 19.00 Wita.
Pada Liputan6.com, Direktur Mutlak RS Wahidin Sudirohusodo, Abdul Kadir menyampaikan, Eva mengalami keadaan kesehatan yg amat jelek akibat peluru yg menembus batok kepala hingga ke batang otaknya.
"Pasien wafat dunia lantaran keadaan kesehatannya yg tetap memburuk sebab peluru yg menembus batok kepalanya sampai ke batang otak," ujar Kadir.
Elemen mirip dikatakan Kepala Sektor Humas Polda Sulawesi Selatan & Barat (Sulselbar) Kombes Pol Frans Barung Mangera. Dirinya mengungkapkan korban yg pernah dirawat di IGD RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar selagi 4 hri hasilnya mengembuskan napas terakhirnya.
Kronologi Tertembaknya Eva
Kejadian penembakan tidak disengaja ini berawal waktu Brigadir Polisi Haeruddin anggota Brimob Polda Sulselbar bermaksud hendak pergi ke Kab Maros. Dirinya selanjutnya membawa senjata miliknya di area tidur kamarnya.
Senjata tersebut dulu diletakkan sejenak diatas meja makan sebab dapat merapikan pakaiannya. Tiba-tiba anaknya FI (9) muncul & cepat membawa senjata milik Haeruddin & serentak berlari masuk ke bidang dalam rumah.
Kala itu saudara kandung Haeruddin, Abidin (25) yg menyaksikan kejadian tersebut serentak berteriak : "Senjatamu diambil sama anakmu."
Tidak lama berselang terdengar bunyi letusan jumlahnya 1 kali yg nyatanya berkaitan pelipis sebelah kanan korban Eva (30) sebagai ibu kandung pelaku(FI) yg sedang makan ikan dalam posisi berdiri.
Korban serta terjatuh ke lantai. Menyaksikan kejadian itu, Haeruddin dulu mengamankan senjata miliknya & kemudian serentak mengambil korban ke puskesmas Kecamatan Ma'rang buat meraih bantuan mula-mula. Kemudian korban dirujuk ke RSUD Kab Pangkep.
Tetapi selanjutnya korban mesti dirujuk lagi ke RSUD Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar & pernah dirawat sewaktu 4 hri di sektor IGD sampai wafat dunia.
Adapun barang bukti berupa senjata api organik Polri milik Haeruddin sudah diserahkan ke Mako Brimob Polda Sulselbar. Barang bukti senjata api yg diamankan tersebut masing-masing 1 pucuk senjata api organik semiotomatis tipe Scorpio No. register 39673, 1 satuan magasin, 1 satuan selongsong peluru, & 9 butir peluru
sumber : ganjabet.com
9nagaasia
9:11 AM

![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](valid-atom.png)