Sunday, July 26, 2015
250 Ikan Paus Dibantai, Pulau Berubah Jadi Air Lautan Darah
Pulau Faroe di Denmark Menjadi lautan Air darah. Aspek ini berlangsung sesudah beberapa ratus orang bersama-sama membantai beberapa ratus paus di pulau tersebut.
Jumlahnya 250 ikan paus berhasil dibantai dgn memakai tombak & pisau dll. Badan ikan paus terdampar di pantai dgn leher yg nyaris putus. Darah paus ke luar & bercampur dgn air laut, mengubahnya jadi lautan darah.
Dilansir lewat Daily Mail, Pekan 26 Juni 2015, perhelatan ini dinamakan dgn Grindadrap, pembantaian brutal yg menargetkan ikan paus pilot, sejenis paus bergigi dgn kulit hitam & tanda abu-abu di dagu, sirip punggung rendah & kepala bulat persegi. Pembantaian massal itu berlangsung dengan cara brutal di dua pantai di Pulau Faroe, Bour & Torshavn.
Foto-foto mengerikan itu direkam dengan cara sengaja oleh aktivis lingkungan dari organisasi konservasi non-profit, 'Sea Shepherd'.
Paus-paus tak berdosa itu dipaksa utk mendekat ke pantai bersama menghalau mereka memanfaatkan kapal & perahu jet supaya tak menjauh dari pulau. Dikala paus itu sejak mulai menyerah & jalan melambat, para pembantai pausserentak mendekat, masuk ke air & mulai sejak menyiksa paus-paus yg tak berdaya. Mereka juga menyeretnya ke pantai.
Di pantai, bersama memanfaatkan pisau & tombak, mereka mulai sejak menyayat paus-paus itu, memotong leher mereka & membelahnya. Dalam sekian banyak gambar kelihatan para pembantai yg umumnya penduduk lokal itu tertawa &tersenyum sesudah sukses membantai paus. Darah memenuhi pakaian selam mereka yg basah.
Nyata-nyatanya di ruangan tersebut, ini yakni perhelatan teratur yg diadakan tiap-tiap tahunnya. Lima orang aktivis lingkungan dari Sea Shepherd justru diringkus sebab dianggap mengacaukan aktivitas pembantaian tersebut.
"Ada dua kapal laut Denmark di aktivitas tersebut, HDMS Triton & HDMS Knud Rasmussen. Keduanya berada di pantai Bour," tutur Wyanda Lublink, kapten kapal Brigitte Bardot milik Sea Shepherd.
Ini artinya, kata Lublink, walau Denmark ialah salah satu anggota negeri Eropa yg menolak perburuan paus, ada campur tangan Instansi pemerintah dalam menyukseskan Grindadrap. Meski paus pilot belum jadi hewan yg dilindungi tapimasihlah saja pembantaian ini teramat brutal & melanggar konservasi.
Rupanya perhelatan Grindadrap adalah gerakan teratur yg sudah terjadi selagi beberapa ratus th dulu di Pulau Faroe. Walaupun Denmark punya anggapan perburuan paus tanpa izin tetapi ini dianggap legal di Pulau Faroe.
Seluruh paus yg diburu dapat jadi mengkonsumsi masyarakat lokal. Daging & lemak ikan paus ialah product penting yg dapat dipakai masyarakat Pulau Faroe, baik utk mengonsumsi pribadi ataupun buat bahan kosmetik.

![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](valid-atom.png)